Labuan Bajo, nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) regional bertajuk “Merajut Kembali Persaudaraan Sunda Kecil”, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo.
Penandatanganan PKS ini menjadi tonggak penting penguatan sinergi antartiga provinsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Ketua APINDO NTT Bobby Pitoby serta Wakil Ketua Umum Bidang Hukum KADIN NTT, Francisco Bessie.
Acara ini turut dihadiri berbagai asosiasi dunia usaha, di antaranya HIPMI NTT, ASITA, PHRI, HPI, dan APTRINDO, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kerja sama regional yang diinisiasi oleh Gubernur Bali, Gubernur NTB, dan Gubernur NTT.
Dalam keterangannya, Bobby Lianto menyampaikan apresiasi atas langkah strategis ketiga kepala daerah tersebut yang dinilai visioner dan berpihak pada penguatan ekonomi regional.
Ia menegaskan bahwa KADIN NTT mendukung penuh implementasi PKS ini dan siap bergerak cepat melalui berbagai program konkret, salah satunya pelaksanaan misi dagang lintas provinsi.
“KADIN NTT akan melakukan misi dagang ke Bali dan NTB, dan sebaliknya pengusaha dari Bali dan NTB juga akan datang ke NTT. Ini menjadi titik awal perkenalan antardaerah sekaligus ajang memperkenalkan potensi unggulan masing-masing wilayah,” ujar Bobby.
Menurutnya, dalam dunia usaha, kehadiran langsung pelaku bisnis ke daerah tujuan sangat penting untuk melihat, mendengar, dan memahami potensi yang ada secara nyata. Dengan cara itu, peluang dan naluri dagang akan tumbuh secara alami.
Ke depan, kata Bobby, berbagai konsep kerja sama akan dirumuskan secara lebih terstruktur agar mampu saling menguatkan antarwilayah Bali, NTB, dan NTT.
Ia juga berharap adanya kebijakan-kebijakan khusus antardaerah yang mampu membuka peluang bisnis baru, baik di sektor perdagangan maupun pengembangan industri hilirisasi.
Saat ini, KADIN NTT telah menjalin komunikasi intensif dengan KADIN Bali dan KADIN NTB, termasuk penjajakan kerja sama suplai pohon sengon dari Pulau Sumba, Flores, dan Timor untuk memenuhi kebutuhan industri tripleks di Lombok.
Selain sektor industri, kolaborasi di bidang pariwisata juga tengah dikembangkan, seperti penguatan paket wisata berbasis sea tourism menggunakan kapal pinisi maupun kapal antarpulau yang menghubungkan Bali, Lombok, dan Labuan Bajo.
“Berbagai bentuk kerja sama lainnya akan terus kami kembangkan, dimulai dengan misi dagang untuk memetakan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah,” tambahnya.
Adapun lima pilar utama yang menjadi fokus dalam PKS regional ini meliputi:
Konektivitas dan transportasi udara, laut, dan darat
Pariwisata dan ekonomi kreatif
Energi terbarukan
Perdagangan dan ekspor
Perencanaan pembangunan yang bersinergi
Melalui kerja sama ini, Bobby Lianto berharap ketergantungan ekonomi kawasan terhadap Pulau Jawa dapat dikurangi. Sinergi antartiga provinsi diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan saling menguntungkan.
“Setiap daerah memiliki keunggulan strategis. NTT bukan hanya Labuan Bajo, tetapi juga Pulau Timor yang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang selatan menuju Timor Leste dan Australia,” pungkasnya. ***
