Kupang, nwartapedia.com — Cuaca panas yang menyengat di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (23/10/2025), mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 11.00 WITA, angin berembus kencang dari arah timur dan dalam hitungan menit berubah menjadi puting beliung yang memorak-porandakan rumah warga di kawasan perbukitan.
Salah satu rumah milik Oktifianus Boliu, warga RT 15/RW 006, menjadi yang paling parah terdampak. Lembaran-lembaran seng beterbangan sejauh beberapa meter, menimbulkan suara gemuruh yang memekakkan telinga.
Di tengah kepanikan itu, seorang bayi yang sedang bersama kakeknya di dalam rumah mengalami luka di kepala akibat tertimpa material bangunan yang roboh.
Warga sekitar bergerak cepat menolong dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Beruntung, kondisi sang bayi kini dilaporkan telah membaik dan sudah kembali ke rumah bersama keluarga.
Hingga siang menjelang sore, suasana di sekitar lokasi masih ramai. Warga bergotong-royong mengumpulkan seng dan kayu yang berserakan, sekaligus membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak. Di bawah terik matahari, semangat kebersamaan warga tetap menyala.
Ketua RT 28, Anance F. Nalle Djami, yang menjadi saksi langsung kejadian tersebut, mengaku segera mengabarkan peristiwa itu di grup WhatsApp Kelurahan Bello agar warga lain tetap siaga.
“Karena tidak ada respon dari Ketua RT 15, saya langsung sampaikan di grup kelurahan agar warga selalu berjaga-jaga terhadap cuaca ekstrem. Anginnya tiba-tiba datang dan cukup kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Bello, Deni Patty, mengatakan pemerintah kelurahan segera menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan dan memastikan bantuan awal bagi korban terdampak.
“Kami akan berkoordinasi dengan RT/RW untuk pendataan dan memastikan kondisi korban tertangani dengan baik. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Deni.
Untuk sementara, keluarga Oktifianus Boliu mengungsi ke rumah lama mereka yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian.
Warga dan pihak kelurahan terus memantau kondisi di lapangan serta membantu proses pembersihan dan perbaikan rumah.
Fenomena angin kencang dan puting beliung ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Kota Kupang untuk lebih waspada menghadapi perubahan cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim yang kerap memicu bencana lokal.
(Laporan Lapangan: Tim Bello News/GT)
