Kupang, nwartapedia.com — Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program nasional eliminasi tuberkulosis (TBC), dosen Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Active Case Finding (ACF) dengan menggunakan Portable X-Ray serta penyuluhan kesehatan tentang TBC di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, pada 17 September 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi aksi nyata Poltekkes Kupang dalam upaya mewujudkan Desa Raknamo sebagai Desa Model Bebas Tuberkulosis Paru tahun 2030.
Ketua kegiatan, Fransiskus Salesius Onggang, SKp, Ns, MSc, menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat ini menargetkan penemuan kasus TBC paru, khususnya pada individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita tuberkulosis.
“Kegiatan ini bertujuan menemukan kasus TBC sejak dini agar penularan dapat ditekan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dan pengobatan TBC,” ujarnya.
Tim pengabdian terdiri dari para dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yakni Gadur Blasius, SKep, Ns, MSi, Aben B.Y.H. Romana, SKep, Ns, MKep, Simon Sani Kleden, SKep, Ns, MKep, dan Dominggus Gonsalves, SKep, Ns, MSc.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mereka memanfaatkan alat X-Ray portable yang merupakan hibah dari Pemerintah Arab Saudi, sebagai salah satu inovasi dalam mendukung deteksi dini kasus TBC di NTT.
Selain pemeriksaan menggunakan X-Ray portable, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan sputum dan uji tuberkulin (Mantoux Test) untuk mendeteksi infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis.
Hasil pemeriksaan yang dinyatakan positif akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan dan rujukan pengobatan di puskesmas setempat.
Menurut Simon Sani Kleden, kegiatan ACF ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak lintas program dan lintas sektor.
“Semakin banyak kasus yang ditemukan, maka cakupan pengobatan akan semakin luas, dan penularan TBC dapat ditekan semaksimal mungkin di Desa Raknamo,” jelasnya.
Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Program P2M), Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Puskesmas Fatukanutu, dan Puskesmas Pembantu Raknamo, serta melibatkan kader TBC desa.
Metode yang digunakan mencakup survei, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan langsung dengan portable X-Ray, dan tindak lanjut bagi masyarakat yang dinyatakan positif.
Sebanyak 94 warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC dan menunjukkan gejala TBC paru telah menjalani pemeriksaan.
Kepala Desa Raknamo, Augusto S, SPt, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Raknamo dalam upaya membebaskan desa kami dari TBC,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Raknamo semakin memahami pentingnya pencegahan, pengobatan, dan kepatuhan terapi TBC, serta mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam upaya eliminasi TBC di Kabupaten Kupang.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Poltekkes Kemenkes Kupang bersama pemerintah dan masyarakat menegaskan komitmen untuk mewujudkan NTT Bebas Tuberkulosis Paru pada tahun 2030. (MI)
