Kupang,nwartapedia.com – Dalam momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena menyampaikan pidato pembangunan yang menekankan komitmen pemerintahannya untuk memajukan daerah di beranda selatan NKRI dengan fokus pada pembangunan pro-rakyat, pengurangan ketimpangan, dan kesejahteraan berkeadilan.
“Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, saya bersama Wakil Gubernur berkomitmen menjawab amanah rakyat yang diletakkan di pundak kami dengan penuh tanggung jawab. Memajukan provinsi di beranda selatan NKRI adalah panggilan nurani, untuk memberikan yang terbaik dari diri kami sebagai anak Flobamorata,” ungkapnya, Sabtu (17/8/2025).
Visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan
Dalam pidatonya, Gubernur Melkiades menegaskan bahwa visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan bukan sekadar janji politik, melainkan pedoman pembangunan jangka panjang.
Visi tersebut ditopang oleh Lima Misi, Tujuh Pilar Penopang, dan Dasa Cita yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sadar, perjalanan menuju kemajuan dan kesejahteraan bukan perkara mudah. Tantangan kita nyata: kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, musim kemarau panjang, bencana alam, pengangguran, angka putus sekolah, serta ketahanan pangan. Namun dengan kerja bersama, tantangan itu bisa kita ubah menjadi peluang,” tegasnya.
Indikator Pembangunan Mulai Menunjukkan Perubahan
Gubernur Melkiades menyampaikan data capaian pembangunan daerah. Berdasarkan BPS Maret 2025, tingkat kemiskinan di NTT tercatat 18,60%, turun dari 19,02% pada September 2024. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2025 berada di angka 3,23%, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya.
Prevalensi stunting juga mengalami perbaikan, turun dari 37,9% pada 2023 menjadi 37% pada 2024. Dari sisi ekonomi, NTT mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,44% pada triwulan II 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,12%.
“Fluktuasi indikator makro ini mencerminkan adanya tantangan sekaligus peluang. Kita harus optimalkan potensi daerah untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.
Optimalisasi Potensi Daerah dan Dukungan Pusat
Gubernur Melkiades menegaskan bahwa NTT memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, energi baru terbarukan, dan pariwisata.
Melalui semangat AYO BANGUN NTT, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk diaspora, untuk berperan aktif dalam pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dukungan melalui program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Pembentukan Koperasi Merah Putih, serta kebijakan afirmatif berbagai kementerian disebutnya sebagai peluang besar untuk mengubah wajah NTT.
“Sebagai beranda selatan NKRI yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia, NTT bukan hanya garda terdepan kedaulatan negara, tetapi juga ujung tombak ekonomi dan penghubung antarbangsa,” katanya.
Gotong Royong Sebagai Modal Sosial
Mengakhiri pidatonya, Gubernur Melkiades menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai modal sosial dalam mempercepat pembangunan.
“Modal sosial yang diwariskan turun-temurun, yaitu semangat gotong royong, harus kita jaga sebagai kekuatan kolektif untuk menekan kemiskinan dan meninggalkan ketertinggalan. Kita patut berbangga, karena NTT memberi sumbangan berharga bagi bangsa,” pungkasnya. (MI)
