Kupang,nwartapedia.com — Film laga perang terbesar tahun ini, Believe, yang mengusung tema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, kembali diputar dalam acara nonton bareng (nobar) di Transmart Kupang, Sabtu (5/7/2025).
Film ini bukan hanya sebuah karya sinema, melainkan potret nyata perjuangan para prajurit TNI di medan tugas, termasuk perjalanan hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan rekannya, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M yang turut hadir dalam pemutaran film.
Dalam wawancaranya, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa kisah yang ditampilkan di film Believe adalah cerminan nyata dari pengalaman mereka di lapangan, mulai dari masa kecil hingga menjadi prajurit TNI yang mengabdi untuk bangsa.
“Saat pasukan Indonesia pertama masuk ke Timor Leste, saya masih berusia 8 tahun. Adegan penerjunan pertama yang disambut tembakan itu nyata. Bahkan orang tua Pak Agus sudah bergabung saat itu, dan sejak momen itu beliau mulai ditempa menjadi prajurit sejati,” ungkapnya.
Brigjen Joao Xavier juga mengenang masa-masa ketika ia dan Jenderal Agus menjadi satu angkatan sebagai Rajawali 1 pada 1995, lalu berangkat bersama untuk operasi di Timor Leste.
“Kami dilantik bersama pada 1995, beliau ditugaskan di Batalyon 323, saya di Batalyon 327. Setelah pulang, beliau melanjutkan karier di Komando, saya tetap di batalyon. Tahun 1998–1999 beliau kembali ke Timor Leste dan saya ke Irian Jaya. Semua yang diceritakan dalam film ini benar-benar kami alami bersama,” tambahnya.
Film Believe tak hanya menyoroti keberanian di medan perang, tetapi juga menampilkan sisi kemanusiaan dan pengorbanan para istri prajurit yang mendampingi suami dalam suka dan duka.
“Adegan Pak Agus melamar istrinya dengan sederhana, hanya dengan sayur-mayur, itu juga nyata. Istri tentara adalah perempuan-perempuan hebat, karena mereka siap menanggung kerasnya hidup saat suaminya menyerahkan jiwa dan raga untuk negara,” jelas Brigjen Joao Xavier.
Kisah hidup Jenderal Agus, yang dimulai dari keluarga sederhana hingga meraih jabatan tertinggi sebagai Panglima TNI, menjadi contoh nyata bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras, keberanian, dan pengabdian tanpa henti.
“Film ini adalah kisah nyata yang patut disaksikan generasi muda. Kita harus belajar menghargai pengorbanan prajurit dan meneladani semangat juang beliau. Kami bangga pada Pak Agus dan bangga bisa bersama dalam perjalanan panjang itu,” pungkas Danrem.
Film Believe dengan apik memadukan heroisme, kemanusiaan, mimpi, dan keberanian menjadi sebuah cerita inspiratif.
Pemerintah dan jajaran TNI berharap film ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai tanah air dan menghormati jasa para pahlawan. (MI)

