Kupang,nwartapedia.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penanganan sampah di lingkungan pendidikan dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggandeng Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk melaksanakan program kolaboratif selama tiga bulan, mulai 5 Mei hingga 5 Agustus 2025.
Sebanyak 900 mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut diterjunkan ke 154 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di seluruh wilayah Kota Kupang untuk menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) sekaligus menjadi agen edukasi kesehatan lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, saat acara pelepasan di halaman belakang kantor dinas pada Kamis pagi (5/6), menjelaskan bahwa program ini merupakan perwujudan dari semangat kolaboratif yang terus digaungkan Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo.
“Pak Wali Kota selalu mengatakan, jika ingin berjalan cepat, pergilah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, pergilah bersama-sama. Itulah semangat dari kolaborasi ini – membangun Kota Kupang secara bersama,” ujar Naitboho.
Ia menambahkan, setiap sekolah akan mendapat pendampingan dari lima hingga enam mahasiswa yang akan bertugas mengkampanyekan PHBS dan edukasi pengelolaan sampah kepada siswa sekolah dasar.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Program ini juga diharapkan mampu membentuk lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UCB, Vinsen Making, menyampaikan bahwa mahasiswa, khususnya dari Fakultas Kesehatan, akan menjalankan PKL sebagai bagian dari mata kuliah praktikum. Namun lebih dari itu, mereka diharapkan mampu berperan sebagai mentor yang menanamkan nilai-nilai hidup bersih dan sehat kepada para siswa.
“Mahasiswa tidak hanya memantau, tapi juga mendampingi anak-anak, guru, dan warga sekolah untuk membiasakan diri hidup bersih. Harapannya mereka mampu mencegah penyakit secara mandiri dan ikut menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Vinsen.
Pelepasan resmi para mahasiswa dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Sekda Kota Kupang, Ignas Lega. Dalam sambutannya, Ignas menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan inspirasi di tengah masyarakat.
“Saya berharap program ini dijalankan dengan hati, penuh tanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi semangat kolaborasi selama berada di lapangan,” pesan Ignas.
Kolaborasi ini menandai langkah strategis Pemerintah Kota Kupang bersama institusi pendidikan tinggi dalam membangun generasi yang sehat dan peduli lingkungan sejak usia dini.
(Goe)

