
Tambolaka,nwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Ibu Paula Nunes, melakukan kunjungan ke Sertu Muslim, anggota Ba Unit Intel Kodim 1629/Sumba Barat Daya (SBD).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung implementasi budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang dikembangkan oleh Sertu Muslim di wilayah SBD, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam pertemuan tersebut, Sertu Muslim menyampaikan bahwa budidaya lele dengan sistem bioflok merupakan solusi bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas dan keterbatasan sumber air.
“Saya berharap masyarakat tidak perlu khawatir untuk membudidayakan lele, meski memiliki lahan terbatas dan akses air yang minim. Dengan sistem bioflok, budidaya lele bisa dilakukan di pekarangan rumah dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Sertu Muslim saat dihubungi oleh Penerangan Korem 161/Wira Sakti, Senin (17/3).
Lebih lanjut, Sertu Muslim menjelaskan bahwa budidaya lele dengan sistem bioflok memiliki banyak keunggulan dibandingkan sistem konvensional.
“Lele yang dibudidayakan dengan sistem bioflok memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, serta mengonsumsi pakan yang lebih efisien. Dagingnya juga lebih enak dikonsumsi. Selain itu, budidaya ini lebih menguntungkan dan menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Sebagai salah satu komoditas utama perikanan Indonesia, budidaya lele dengan sistem bioflok telah banyak diadopsi oleh para pembudidaya di berbagai daerah.
Hal ini mendorong Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur untuk terus mengembangkan program ini guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di wilayahnya.
Sertu Muslim berharap program budidaya lele bioflok ini mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah dan pihak terkait, terutama dalam bentuk bantuan langsung bagi para pembudidaya.
“Bantuan berupa teknologi bioflok sangat penting, karena sistem ini mengandalkan suplai oksigen dan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas budidaya. Dengan inovasi ini, produksi ikan bisa meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sertu Muslim memiliki visi besar untuk memperluas usahanya, tidak hanya terbatas pada budidaya ikan lele, tetapi juga jenis ikan tawar lainnya, termasuk udang.
“Saat ini, saya sudah menguasai pasar untuk Pulau Sumba di empat kabupaten. Ke depan, saya berharap bisa memperluas distribusi hingga mencakup seluruh wilayah NTT,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan dari Korem 161/Wira Sakti dan inovasi dalam budidaya perikanan, diharapkan sistem bioflok dapat semakin berkembang dan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. ***
