Maumere,Mwartapedia.com – Tim Terpadu Kecamatan Nelle, yang terdiri atas Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Nelle, Kantor Camat Nelle, Polsek Nelle dan aparatur desa se-Kecamatan Nelle bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sikka pagi hingga siang ini, Kamis, 21 Januari 2021 melakukan penyemprotan disinfektan kandang babi pada 5 desa dalam wilayah Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif lanjutan penanganan virus African Swine Fever (ASF). Seperti diketahui bahwa Kecamatan Nelle sebulan terakhir terkena dampak penyebaran virus ASF dan menyebabkan kematian puluhan bahkan ratusan ekor babi.
Camat Nelle, Nicolaus Emanuel saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa dampak virus ASF sangat besar bagi warga masyarakat Kecamatan Nelle sehingga perlu dilakukan upaya-upaya agar penyebaran virus ASF bisa dibendung.
“Tingkat kematian hewan ternak babi akibat ASF paling tinggi ada di Desa Nelle Barat, data teknisnya ada di BPK Kecamatan Nelle dan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. Karena ada laporan warga bahwa setiap hari ada hewan ternak babi yang sudah tidak makan atau ada gejala-gejala ASF maka saya berkoordinasi bersama BPK Kecamatan Nelle dan Dinas Pertanian untuk sekiranya ada tindakan preventif,”Ungkapnya.
Ditambahkan, memang agak terlambat tetapi kita tetap upayakan agar sisa hewan ternak babi yang masih sehat dan produktif bisa diselamatkan.
“Sehingga hari ini Tim Kecamatan Nelle bersama Dinas Pertanian turun ke 5 desa untuk melakukan penyemprotan desinfektan””Kata Camat Nele.
Sementara itu Kepala BPK Kecamatan Nelle Lorens Nurak menjelaskan bahwa kegiatan hari ini sebagai tindaklanjut koordinasi bersama Camat Nelle.
“Saya bersama dokter Hewan koordinator untuk Kecamatan Nelle telah bertemu dengan pak Camat dan mendiskusikan tentang perkembangan penyebaran virus ASF di Kecamatan Nelle dan kemudian kami berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka untuk rencana tindak lanjutnya, sehingga hari ini kita Tim Terpadu Kecamatan bersama Dinas Pertanian turun langsung ke kandang babi warga Kecamatan Nelle untuk melakukan penyemprotan desinfektan. Virus ASF sampai sekarang belum ada obatnya,”Tuturnya.
Untuk diketahui, sampai dengan Kamis, 21 Januari 2021 masih terus dilakukan pendataan oleh tim terpadu sehingga bisa kita dapatkan perkembangan terakhir .
“Sampai tadi pagi masih ada juga babi yang mati atau sudah terkena gejala padahal minggu lalu kita turun masih baik-baik saja. Mohon agar warga juga selain mematuhi protokol covid-19 juga taat prosedur pencegahan virus ASF seperti yang sudah kita sosialisasikan melalui selebaran yang dibagi saat kunjungan warga” tambah Lorens.
Dirinya juga menyarankan kepada para pemilik babi agar segera memisahkan babi yang sehat dan sakit, sering-sering membersihkan kandang babi menggunakan detergent, tidak boleh membeli daging babi atau babi hidup di tempat lain dulu, kalau mau piara lagi lebih baik sabar dulu.
“Saya mohon kerjasama semua pihak agar menutup akses keluar masuk pedagangan babi dalam wilayah Kecamatan Nelle,”Pintanya. (AS)

