Kupang, nwartapedia.com – Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (YCBIM) yang juga Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, menghadiri Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Citra Bangsa (UCB) yang digelar di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).
Dalam sambutannya, Paul Liyanto memberikan apresiasi kepada mahasiswa PGSD UCB yang dinilai telah menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri melalui pertunjukan seni berbasis tradisi.
Menurutnya, pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana membentuk karakter calon guru melalui kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengekspresikan hasil pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan.
“Saya memberikan penghargaan kepada Universitas Citra Bangsa yang mampu memanfaatkan momen seperti ini. Pentas seni bukan hanya ajang hiburan, tetapi tempat melatih disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri mahasiswa sebagai calon guru,” ujar Paul Liyanto.
Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal Nusa Tenggara Timur yang memiliki kekayaan tradisi dari puluhan etnis.
Menurutnya, budaya daerah harus terus dieksplorasi dan ditampilkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.
Paul mengatakan, NTT memiliki potensi budaya yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.
Namun, potensi tersebut harus didukung dengan ruang-ruang kreativitas yang melibatkan generasi muda dan institusi pendidikan.
Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Portugal, di mana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak utama ekonomi melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya yang disajikan secara terbuka kepada wisatawan.
“NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kalau terus dieksplorasi dan dipentaskan seperti ini, saya yakin akan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Paul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat sehingga seni dan budaya NTT semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mendorong mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa agar terus mengembangkan kreativitas selama menempuh pendidikan, sehingga ketika menjadi guru nantinya mampu mengajarkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif.
Pada kesempatan tersebut, Paul Liyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, panitia, serta mahasiswa yang telah menyelenggarakan Pentas Seni bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak.”
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis budaya lokal.
Pentas seni ini juga diikuti oleh lima sekolah mitra Universitas Citra Bangsa, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein, sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat pendidikan berbasis seni dan budaya. (MI)

