Kupang, Nwartapedia.com — Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, Kota Kupang, dilakukan secara ketat oleh tim dokter hewan menjelang proses penyembelihan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Dokter hewan, drh. Gusti Komang Ayu Dewi Suryani, kepada media ini menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban yang telah diperiksa dinyatakan sehat dan layak untuk dipotong.
“Untuk lokasi di Masjid Darul Hijrah, kambing ada 24 ekor dan sapi 18 ekor. Dari hasil pemeriksaan ante mortem, semuanya layak untuk dipotong hari ini,” jelas Dewi.
Ia mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan dengan sejumlah parameter kesehatan hewan. Pemeriksaan tersebut meliputi suhu tubuh, kondisi bulu, cermin hidung, mata, hingga kebersihan lubang hidung, mulut, dan anus hewan.
“Suhu normal hewan itu sekitar 38,5 derajat. Kemudian kita lihat bulunya kusam atau tidak, cermin hidungnya basah atau tidak, matanya bersinar, serta memastikan tidak ada indikasi diare atau penyakit lainnya,” ujarnya.
Selain itu, tim dokter hewan juga memeriksa kondisi fisik lain seperti organ reproduksi hewan untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat.
“Kalau hewan jantan normal itu testisnya lengkap dua dan simetris. Biasanya hewan kurban yang dipilih masyarakat memang sudah memenuhi syarat itu,” tambahnya.
Dewi menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum pemotongan, tetapi juga sesudah penyembelihan atau post mortem untuk memastikan organ dalam hewan bebas dari penyakit.
“Kami melihat kondisi jantung, paru-paru, hati, ginjal, limpa, usus, hingga karkas. Kalau ada perubahan patologis seperti cacing hati, maka organ yang terindikasi sakit itu akan diafkir, tetapi dagingnya masih bisa dikonsumsi dengan perlakuan suhu tertentu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kurban Masjid Darul Hijrah, Muhammad Kasim, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 33 ekor sapi dan 24 ekor kambing.
Menurutnya, sebagian besar hewan kurban berasal dari jamaah masjid, sementara bantuan lainnya datang dari Pemerintah Kota Kupang dan yayasan sosial internasional asal Turki.
“Untuk sapi, sekitar 18 ekor berasal dari jamaah, satu ekor bantuan dari Wali Kota Kupang, dan 10 ekor bantuan dari Yayasan Turki Internasional. Kalau kambing semuanya dari jamaah,” katanya.
Muhammad Kasim menjelaskan, distribusi daging kurban dilakukan melalui kupon dan pengantaran langsung ke rumah warga oleh tim panitia.
“Kami targetkan sekitar 500 penerima manfaat. Tim distribusi sudah bergerak untuk membagikan daging kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penyembelihan dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat halal serta dibantu panitia yang dibagi dalam beberapa tim, mulai dari tim sembelih, tim jagal, tim kulit, tim pencacah, hingga tim pengepakan.
“Semua alat juga kami sterilkan. Ini bentuk komitmen kami menjaga kebersihan dan kualitas daging kurban agar aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya. (MI)
